Berapa Harga Tanah Di Jogja Per Meter - Investasi Tanah Jogja, Invetasi Tanah Kebun, Investasi Tanah Vs Emas, Butuh Uang Jual Tanah di Jogja

Berapa Harga Tanah Di Jogja Per Meter

Harga tanah di Jogja per meter masih dapat diraih oleh banyak investor sehingga Yogyakarta seringkali menjadi sasaran bagi pemodal besar untuk membeli tanah. Sekarang ini, banyak orang yang menjadi tanah sebagai intrumen investasi karena akan mendatangkan banyak keuntungan tanpa mengeluarkan usaha yang lebih.

Harga Tanah Di Jogja Per Meter Semakin Meningkat
Setiap lokasi tanah memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dengan keadaan kawasan tersebut. Tanah yang berada di kampung atau desa memiliki harga yang lebih rendah dibanding tanah di perkotaan. Meskipun demikian, masih banyak para investor yang mencari tanah di kawasan perkotaan Yogyakarta untuk mendapatkan keuntungan besar-besaran. Sekarang ini, Yogyakarta sudah menjadi Kota yang terkenal karena tempat wisata dan kebudayaannya. Tidak heran jika harga tanah di kawasan ini terus mengalami kenaikan.
Bagi Anda yang hanya memiliki modal kecil maka perlu mengeluarkan usaha yang lebih besar lagi. Anda harus rela masuk ke kampung-kampung, perdesaan, pinggir kota atau wilayah lain di luar perkotaan. Andi Wijayanto sebagai Ketua Dewan Pengurusan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia mengatakan jika pada umumnya, tanah di Yogyakarta dijual dengan harga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu untuk pinggiran karena perkembangan hanya menyentuh ketiga wilayah ini saja, yaitu Kota DIY, Sleman dan Bantul.
Ketua DPC SPSI Sleman juga mengatakan hal sama di mana masyarakat berpendapatan rendah sudah sangat sulit untuk menemukan tanah dijual di Jogja dengan harga tersebut, khususnya di daerah Sleman. Harga tanah di ujung barat, seperti Seyegan Godean dijual kira-kira Rp 250 ribu per meter. Sedangkan untuk Jalan Magelang harganya sudah mencapai Rp 1 jutaan sampai Rp 5 jutaan.
Meningkatnya harga tanah di Yogyakarta setiap tahunnya juga memengaruhi harga rumah yang terus meningkat. Bahkan, Andi Wijayanto mengatakan jika 50 persen biaya pembangunan perumahan adalah berkaitan dengan lahan.
Tingginya harga tanah menjadi masalah besar dalam penyediaan rumah bersubsidi atau harga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) menjadi tidak berkembang dengan baik. Padahal, permintaan untuk rumah murah sangat tinggi peminatnya, tapi jika lahannya saja selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, mau bagaimana lagi.
Pada umumnya, masyarakat meminta rumah dengan harga di bawah Rp 300 jutaan termasuk untuk rumah bersubsidi. Daya beli rumah ini pun semakin tinggi karena semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan rumah/ tanah dengan harga murah. Kesulitan juga dialami untuk FLPP karena kemudahan diperlukan dalam pembangunan rumah ini, seperti subsidi bunga dan kemudahan yang lain.
Baru-baru ini terdengar kabar bahwa ada anggota REI DIY yang menyuplai rumah seharga Rp 500 juta ke bawah dan Andi mengungkapkan jika hanya ada 15 persen dari keseluruhan anggotanya.
Kenaikan harga tanah di Jogja per meter secara konservatif terjadi sekitar 10 persen di atas inflasi jika dihitung secara agregat. Hal ini dikarenakan kondisi lapangan yang bisa beraneka ragam lebih dari angka tersebut bahkan bisa mencapai hingga 40 persen. Itulah kenapa penyedia rumah bersubsidi semakin kesusahan untuk mencari dana yang sesuai dalam pembangunan rumah murah Jogja.
Harga tanah di Yogyakarta yang terus meningkat dan termasuk sudah mahal tidak menyurutkan niat para investor untuk menjadikan tanah sebagai objek investasinya. Mereka membeli tanah tersebut karena berbagai alasan, baik untuk pembangunan perumahan ataupun untuk digunakan secara pribadi. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya pembangunan yang terjadi di sepanjang jalan Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan, peningkatan ini akan terus terjadi dan berkembang sehingga menunjukkan jika permintaan tanah di kawasan ini juga mengalami kenaikan.
Faktor kenaikan harga tanah di Jogja per meter
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan harga tanah di Yogyakarta terus mengalami kenaikan. Faktor pertama adalah Yogyakarta merupakan daerah yang menarik untuk dikunjungi dan dijadikan tempat tinggal. Banyak orang yang merasa nyaman saat berada di kota ini sehingga menjadi tempat favorit untuk tinggal di rumah mewah dijual di Jogja.
Selain karena kenyamanan dan fasilitas hidup, seperti pendidikan ataupun motivasi lainnya. Faktor kenangan masa lalu juga menjadi salah satu penyebabnya. Banyak orang yang memilih Yogyakarta sebagai tempat untuk menimba ilmu sehingga mereka memutuskan untuk tinggal sampai tua di kota yang penuh kenangan itu.
Terlepas dari hal tersebut, sektor pasiwisata dan pendidikan yang tumbuh menyebabkan aktivitas permukiman dan bisnis juga semakin merajalela. Itulah mengapa harga beli dan sewa tanah terus meningkat. Tidak heran jika kemudian peningkatan harga tanah di Yogyakarta begitu menggila. Oleh karena itu, Anda harus bisa mencari celah di mana tanah yang memiliki harga lebih terjangkau atau mencari cara cepat jual rumah. Meskipun Anda sudah menemukan harga tanah di Jogja per meter yang murah, tapi lihat juga potensi di kawasan tersebut agar Anda tidak menyesal membeli tanah tersebut.

No comments:

Post a Comment

About Us

INVESTASI TANAH JOGJA

Kami adalah Situs khusus Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



DMCA.com Protection Status

Popular Posts

Formulir Kontak