Panduan Jual Beli Tanah yang Aman dengan Meningkatkan Ketelitian - Investasi Tanah Jogja, Invetasi Tanah Kebun, Investasi Tanah Vs Emas, Butuh Uang Jual Tanah di Jogja

Panduan Jual Beli Tanah yang Aman dengan Meningkatkan Ketelitian

Panduan jual beli tanah yang aman tidak pernah lepas dari ketelitian dan kesesuaian dengan hukum. Kedua hal inilah yang bisa menyelamatkan dan memberi jaminan keamanan semua transaksi, termasuk transaksi jual beli tanah. Transaksi yang tidak dilakukan dengan teliti atau yang tidak disertai dengan prosedur hukum yang berlaku tentu akan merugikan pembeli. Bisa jadi pembeli terjebak dalam tindak kejahatan penipuan.

Panduan Jual Beli Tanah yang Aman
Jika ada yang bertanya mengenai tips jual beli tanah yang aman, maka salah satu kunci utamanya adalah dengan meningkatkan ketelitian. Ketelitian itu sangat penting, apalagi di zaman sekarang ini dimana semua orang ingin sesuatu yang serba instan. Dalam melakukan transaksi tanah, pembeli tidak boleh berpikir instan. Perlu ketelitian agar terhindari dari kejahatan seperti penipuan. Apalagi harga tanah saat ini juga bukan harga yang murah lagi.
Maka, beberapa hal untuk meningkatkan ketelitian yang perlu dilakukan oleh calon pembeli antara lain sebagai berikut:
1.      Meneliti kondisi tanah
Kondisi tanah wajib didatangi secara langsung. Pembeli wajib tahu kondisi tanah secara utuh, mulai dari kondisi fisik, kondisi sosial di sekitarnya, hingga fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi tersebut. Cek secara teliti batasan-batasan tanah agar tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh penjual. Pastikan tanah tersebut stabil jika akan dibangun bangunan di atasnya.
2.      Meneliti surat tanah
Sertifikat tanah juga perlu diteliti. Pastikan semua dokumen yang akan digunakan dalam transaksi lengkap. Cek juga status kepemilikan tanah tersebut. Jangan beli tanah yang sedang disita atau dalam status sengketa.
3.      Meneliti di PPAT
Calon pembeli bahkan bisa mengecek keabsahan surat tanah tersebut dengan memanfaatkan layanan yang diberikan oleh PPAT. PPAT biasanya bersedia membantu memeriksa keaslian sertifikat tersebut dengan bantuan Badan Pertanahan Nasional. Hal ini merupakan salah satu panduan transaksi jual beli tanah yang aman dan bisa dilakukan di Indonesia.
Panduan Jual Beli Tanah yang Sesuai dengan Hukum
Selain meningkatkan ketelitian, panduan jual beli tanah yang aman berikutnya adalah dengan bertransaksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal ini tentu penting, karena hukum ada untuk melindungi warga negaranya. Tentu saja transaksi yang dilakukan dengan prosedur yang berlaku akan lebih aman. Lain halnya jika melakukan transaksi diluar prosedur yang berlaku. Maka, jika ada tindak penipuan, pembeli pun tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti yang otentik.
Berikut ini adalah cara jual beli tanah yang aman menurut hukum yang berlaku.

1.      Membuat Akta Jual Beli
Setelah pembeli dan penjual sepakat untuk melaksanakan transaksi, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat Akta Jual Beli (AJB) yang bisa dilakukan oleh PPAT. Akta Jual Beli ini bisa didapatkan dengan menyerahkan dokumen-dokumen yang disyaratkan.
Untuk penjual, beberapa dokumen yang harus dipersiapkan adalah sertifikat tanah, identitas KTP, KK, serta surat persetujuan suami / istri. Jika suami / istri sudah meninggal, bawalah surat keterangan kematian. Sedangkan untuk pihak pembeli, siapkan dokumen KK dan KTP saja.
Proses akan dilakukan oleh PPAT/ jika AJB sudah selesai diproses, maka pembeli dan penjual harus menandatanganinya dengan disertai saksi dan pejabat PPAT. Syarat dari penandatanganan ini adalah semua pihak sudah melunasi pajak. Baik itu pembeli dan penjual. Jika penandatanganan selesai, maka AJB baru bisa digunakan sebagai dokumen di tahapan selanjutnya, yaitu balik nama.
2.      Perpajakan
Tata cara jual beli tanah yang aman adalah dengan melunasi kewajiban pajak. Pajak yang dikenakan pada penjual antara lain PBB dan juga PPh (Pajak Penghasilan). Besaran pajak PPh adalah 5% dari NJOP. Sedangkan pajak untuk pembeli adalah BPHTB yang dihitung 5% dari NJOP yang sudah dikurangi NJOPTKP. Pajak ini harus dilunasi sebelum proses penandatanganan AJB. Jika tidak, maka prosedur AJB tidak bisa dilakukan.

3.      Balik nama
Proses terakhir dari transaksi jual beli tanah adalah balik nama. Proses ini adalah proses yang paling penting. Jika balik nama bisa dilakukan dengan baik, maka tidak akan ada hambatan dalam transaksi. Namun jika balik nama tidak dilakukan, maka pembeli yang akan dirugikan. Oleh karena itu biasanya pembeli dan penjual harus sepakat bahwa pelunasan harga tanah bisa dilakukan setelah proses balik nama selesai. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan.

Dokumen yang perlu disiapkan untuk proses balik nama antara lain surat permohonan balik nama, AJB, KTP penjual dan pembeli, bukti pembayaran BPHTB, dan bukti pembayaran PPh.
Demikianlah tips dan panduan jual beli tanah yang aman untuk penjual maupun pembeli. Selalu utamakan ketelitian dan kewaspadaan, serta lakukan prosedur hukum yang berlaku agar terhindar dari kerugian dan penipuan. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

About Us

INVESTASI TANAH JOGJA

Kami adalah Situs khusus Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



DMCA.com Protection Status

Popular Posts

Formulir Kontak