Proses dan Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah - Investasi Tanah Jogja, Invetasi Tanah Kebun, Investasi Tanah Vs Emas, Butuh Uang Jual Tanah di Jogja

Proses dan Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Biaya pembuatan akta jual beli tanah biasanya ditanggung oleh pihak penjual dan pembeli, atau bisa juga ditanggung oleh salah satu pihak asalkan dilakukan dengan kesepakatan sebelumnya. Akta Jual Beli Tanah itu sendiri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan transaksi jual beli tanah. Oleh karena itu, pihak penjual maupun pembeli wajib mengetahui proses dan tata caranya. Berikut penjelasannya.
Inilah Prosedur Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah
Baik penjual maupun pembeli wajib memahami prosedur jual beli tanah dari awal hingga akhir. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya kerugian maupun risiko penipuan yang bisa saja terjadi. Apalagi harga tanah dan properti tidaklah murah. Maka sangat perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli tanah. Salah satu prosedur jual beli tanah yang harus dipenuhi adalah adanya Akta Jual Beli Tanah.
AJB ini berbeda dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). AJB merupakan syarat otentik untuk melaksanakan jual beli tanah. Sementara PPJB sifatnya lebih mengarah pada ikatan antara penjual dan pembeli di bawah tangan. AJB akan dibuat oleh notaris atau PPAT yang nantinya akan membutuhkan syarat dan biaya pembuatan akta jual beli tanah untuk disahkan sebagai dokumen pengantar untuk balik nama. Adapun prosedur pembuatan akta jual beli tanah ini antara lain:
1.      Proses awal
Pada proses awal ini, pembeli maupun penjual bisa mendatangi PPAT. Dalam hal ini, PPAT akan menjelaskan secara lengkap mengenai prosedur jual beli tanah dan juga proses pembuatan AJB dari awal hingga akhir. Dari sana, penjual dan pembeli bisa mempersiapkan dokumen apa saja yang diperlukan.
2.      Pemeriksaan sertifikat dan PBB
Sebelum melaksanakan transaksi atau pembuatan AJB, pihak PPAT akan memeriksa keabsahan dan hak atas tanah tersebut serta dokumen pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan. Dalam proses ini, pihak PPAT akan meminta dokumen asli sertifikat tanah dan bukti pelunasan PBB 5 tahun terakhir. Pemeriksaan ini dimaksudkan juga untuk menghindari sengketa atas tanah yang akan diperjualbelikan. Jika PBB belum dilunasi, maka penjual harus segera melunasinya terlebih dahulu, karena PBB merupakan salah satu biaya pembuatan AJB terbaru yang perlu dicantumkan.
3.      Persetujuan suami / istri
Pihak penjual harus mendapatkan persetujuan dari suami / istri bahwa tanah tersebut memang boleh atau disetujui untuk dijual. Hal ini berkaitan dengan hak setelah perkawinan yang sudah terjadi pencampuran harta bersama antara suami dan istri yang sudah menikah. Termasuk dalam hal ini adalah hak atas tanah. Jika suami atau istri telah meninggal, maka surat persetujuan tersebut bisa diwakili dengan surat keterangan kematian dari kelurahan setempat.
4.      Pelunasan biaya AJB
Dalam AJB, penjual dan pembeli harus melakukan pelunasan terlebih dahulu akan biaya pembuatan AJB, yang terdiri dari pajak PPh dan pajak BPHTB. Lebih jelasnya akan dijabarkan pada bagian bawah artikel.
5.      Tanda tangan
Proses penandatanganan Akta Jual Beli dilakukan oleh kedua belah pihak dengan sanksi dan juga pejabat PPAT. Biasanya sanksi bisa berupa notaris atau orang dari kantor PPAT.
6.      Balik nama
Setelah dilakukan penandatanganan pada AJB, proses yang bisa dilakukan setelah itu adalah balik nama dari penjual ke nama pembeli pada sertifikat kepemilikan tanah tersebut. Proses balik nama ini dilakukan juga oleh PPAT di Kantor Pertanahan. Proses ini memakan waktu kurang lebih 1 hingga 3 bulan.
Biaya Pembuatan Akta Jual Beli Tanah
Dari proses yang sudah dijelaskan di atas, ada sebuah proses pelunasan biaya AJB yang perlu dilakukan. Pada dasarnya, saat membuat Akta Jual Beli tanah memang diperlukan sebuah biaya. Komponen biaya pembuatan akta jual beli tanah meliputi semua biaya yang berkaitan dengan pajak yang harus ditanggung, baik oleh penjual maupun pembeli tanah. Keberadaan pajak tersebut disebutkan secara sah dalam peraturan hukum yang berlaku di Indonesia.
Selain PBB, biaya pembuatan AJB tanah yang harus ditanggung oleh penjual adalah biaya wajib pajak penghasilan (PPh). Hal ini dikarenakan penjual akan mendapatkan penghasilan dari adanya penjualan tanah tersebut. Umumnya pajak penghasilan ini nilainya adalah sebesar 5% dari NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak.
Sedangkan pembeli tanah juga akan dikenakan sebuah pajak yang berupa pajak BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Biaya pembuatan sertifikat akta jual beli tanah yang dibayarkan oleh pembeli ini besarnya 5% juga. Namun berbeda dengan penjual, pembeli akan dikenakan biaya 5% dari NJOP yang sudah dikurangi dengan NJOPTKP. Sehingga, besarannya lebih kecil daripada besaran pajak yang harus dibayar oleh penjual.
Demikianlah proses dan biaya pembuatan akta jual beli tanah yang perlu diketahui oleh masyarakat sebelum melakukan jual beli tanah. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

About Us

INVESTASI TANAH JOGJA

Kami adalah Situs khusus Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]



DMCA.com Protection Status

Popular Posts

Formulir Kontak